• Sukseskan Pemilihan Serentak 2020 di 9 Provinsi 224 Kabupaten 37 Kota

Refleksi Giat Kampanye Pemilu 2019

Tanggal : 07 Nov 2019 15:00:00 • Penulis : admin • Dibaca : 2380 x

oleh: Novi Maria Ulfah

Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat Dan Pendidikan Pemilih

Momentum pemilu 2019 merupakan test case perwujudan konsolidasi bagi Indonesia, dimana untuk pertama kalinya pemilu eksekutif dan legislatif dilaksanakan secara serentak. Kegiatan kampanye menjadi sangat penting untuk memperkenalkan kandidat kepada masyarakat. Kampanye politik dipahami sebagai upaya terorganisir yang berusaha memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam kelompok tertentu.

Dengan tujuan untuk memenangkan pemilu, maka setiap calon perlu mempertimbangkan strategi dan perencanaan yang matang. Strategi dan perencanaan ini sangat penting karena menentukan kemenangan calon dalam proses pemilu.

Pelaksanaan kampanye tidak lagi menggunakan pertunjukan hiburan oleh para artis, pidato berapi-api yang penuh propaganda, agitasi, caci maki, serta ledekan sinis yang menjelek-jelekkan kontestan lainnya. Jika hal ini masih dilakukan berarti masih melenceng dari tujuan kampanye yaitu sebagai aktivitas komunikasi yang ditujukan untuk memengaruhi orang lain agar memiliki wawasan, sikap dan perilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan penyebar atau pemberi informasi.

Undang-undang (UU) 7 Tahun 2017 tentang pemilu pasal 267 angka 1, menyebutkan bahwa kampanye merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggungjawab. Angka 2: kampanye pemilu dilaksanakan secara serentak antara kampanye pemilu  presiden dan wakil presiden dengan kampanye pemilu anggota DPR, DPD dan DPR D. Oleh karena dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan maka kemungkinan potensi konflik sangat besar di lapisan bawah.

Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengetahui: bagaimana pelaksanaan kegiatan kampanye di Kota Semarang. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah apakah sudah cukup efektif pelaksanaan kampanye yang berlangsung lebih dari enam bulan. Serta persoalan-persoalan apa saja yang muncul dalam pelaksanaan kampanye di Kota Semarang.

Pemilu 2019

Pemilihan Umum 2019 dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019. Masyarakat Indonesia memilih 5 calon pemimpin negeri. Memilih presiden dan wakil presiden, memilih anggota DPR RI, anggota DPD, anggota DPR Provinsi serta memilih anggota DPR kabupaten/Kota. 

Pemilu 2019 juga diikuti sebanyak 20 partai politik, terdiri 16 Partai nasional dan 4 partai politik lokal dari Aceh. Pemilu 2019 merupakan pemilu yang berbeda dengan jenis pemilu sebelumnya. Pemilihan presiden diikuti oleh dua pasangan yang berkontestasi yaitu, Joko widodo dan Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno. Sedangkan untuk pemilihan anggota legislatif dan DPD diikuti oleh puluhan bahkan ratusan calon legislator.

Tidak bisa dipungkiri, kampanye yang seharusnya sebagai tempat untuk berkompetisi secara sehat pada prakteknya di lapangan  menjadi forum menyerang, menangkis, bahkan menyerang kabar palsu fitnah dan ujaran kebencian.

Model kampanye hitam dan kampanye negatif marak terjadi  melalui media sosial. Peraturan KPU nomor 23 tahun 2018 sudah jelas, menyebutkan bahwa media sosial adalah kumpulan saluran komunikasi dalam jaringan internet yang digunakan untuk interaksi dan berbagi konten berbasis komunitas. 

Lebih lanjut dijelaskan media sosial ini dapat menjadi media kampanye, tetapi para peserta pemilu wajib mendaftarkan akun resmi media sosial (paling banyak 10 akun setiap aplikasi). Aktivitas media sosial juga diatur di Pasal 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik yang antara lain mengatur penyebaran kebencian berbasis SARA di dunia maya. 

Pelaksanaan Kampanye Pemilu 2019 Di Kota Semarang

Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan kampanye pemilu 2019 di Kota Semarang, berikut kami uraikan pelaksanaan pemilu DPR, DPD serta pemilu presiden dan wakil presiden. Pelaksanaan  kegiatan kampanye pemilu 2019 di KPU Kota Semarang, antara lain; 

Dimulai dengan tahapan prakampanye. KPU Kota Semarang melaksanakan rapat-rapat secara intensif dengan pihak-pihak terkait.  Pertama, mengikuti rapat membahas Raperwal tentang pemasangan atribut organisasi kemasyarakatan, atribut partai politik dan alat peraga kampanye peserta pemilu pada hari Kamis, 6 September 2018. 

Kedua, melaksanakan rapat koordinasi pengaturan pelaksanaan kampanye Pemilu 2019 di Kota Semarang dengan Kapolrestabes Semarang, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Kabag Hukum dan Kabag Otda Setda Kota Semarang serta Ketua Bawaslu Kota Semarang pada hari Sabtu, 22 September 2018. 

Ketiga, melaksanakan rapat koordinasi rutin setiap bulan dengan peserta pemilu, serta rapat-rapat lainnya terkait dengan metode dan pelaksaaan kampanye lainnya.

Selanjutnya yaitu pelaksanaan kampanye. Dari jadwal kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden yang ditetapkan KPU RI mulai tanggal 23 September 2018 s/d 13 April 2019 dan Keputusan KPU Kota Semarang tentang Titik Lokasi Tempat/ruangan untuk Pertemuan Terbatas, Rapat Terbatas, Tatap Muka dan Rapat Umum pada kegiatan Kampanye Peserta Pemilu Tahun 2019 di Kota Semarang, ke-16 Partai Politik beserta Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD melakukan kegiatan Kampanye pada waktu yang telah ditentukan.

KPU Kota Semarang melakukan kegiatan monitoring kampanye, apakah telah sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah dibuat, begitu juga dengan bentuk-bentuk kampanye yang dilakukan oleh calon anggota DPR, DPD, dan DPRD serta Partai Politik.

Persoalan yang muncul di lapangan antara lain: Pertama Bahwa sesuai pasal 9 Peraturan KPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum sebagaimana beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan KPU Nomor 33 tahun 2018 bahwa pasangan calon, parpol dan/gabungan parpol wajib mendaftarkan tim kampanye akan tetapi sampai selesainya kampanye hanya 10 parpol yang menyerahkan data tim kampanye, masih ada 6 parpol yang tidak menyerahkan data tim kampanye. 

Kedua, Pasal 36 disebutkan bahwa pelaksana kampanye wajib mendaftarkan  akun resmi media sosial 1 hari sebelum masa kampanye akan tetapi sampai kampanye selesai hanya 10 parpol yang mendaftarkan akun media sosial dan masih ada 6 parpol yang tidak mendaftarkan akun media sosial.

Ketiga, Penyampaian design dan materi alat peraga kampanye dari parpol kepada KPU Kota Semarang mengalami keterlambatan. Bahkan sampai kampanye berlangsung peserta pemilu masih ada beberapa yang belum menyerahkan design alat peraga kampanye untuk di cetak KPU. Sehingga dalam proses pengadaaanya mengalami keterlambatan.

Keempat, Ada beberapa kegiatan kampanye yang dilakukan para caleg dan parpol tetapi surat pemberitahuannya tidak disampaikan kepada KPU Kota Semarang. 

Selain prakampanye dan pelaksanaannya, KPU Kota Semarang juga menggelar forum evaluasi fasilitasi kampanye pasca pelaksanaan kampanye pemilu 2019. KPU mengundang pihak-pihak terkait seperti Bawaskota Semarang, Satpol PP, Peserta pemilu 2019, Kesbangpol, Dinas Pertamanan Kota, Dinas Tata Ruang Kota. Forum ini digelar bulan September 2019. 

Dari pemaparan tersebut di atas dapat di simpulkan beberapa point; pertama, Pelaksaaan kampanye di Kota Semarang berlangsung dengan cukup baik dan kondusif. Hal ini terjadi berkat kerja sama antara penyelenggara (KPU dan Bawaslu), peserta pemilu, pemangku kebijakan (Walikota), pihak terkait seperti Kesbangpol, Satpol PP serta aparat kepolisian.

Kedua, Lamanya masa kampanye dikeluhkan oleh beberapa peserta pemilu (Partai Politik). Hal ini terungkap di beberapa forum terkait misal di forum evaluasi fasilitasi kampanye yang digelar oleh KPU Kota Semarang. Karena dengan lamanya masa kampanye yang lebih dari 6 bulan menguras energi dan pikiran para peserta pemilu serta tingkat konflik yang tinggi antarpendukung.

Ketiga, Masih adanya peserta pemilu yang tidak mematuhi regulasi kampanye seperti yang tertuang dalam PKPU 23 tahun 2018. Terdapat beberapa peserta pemilu yang tidak mendaftarkan tim kampanye, akun sosial media ke KPU Kota Semarang. (*)


Post Terkait

  • Merawat Integritas
    Tanggal : 2020-01-18 15:00:00

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah salah satu lembaga negara yang bertugas menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia. Bersifat nasional, mandiri dan tetap, kegiatannya berfokus pada penyelenggaraan pemilihan ...Selengkapnya...


  • Catatan Kecil Diawal 2020
    Tanggal : 2020-01-16 12:00:00

    Tahun 2020 merupakan tahun politik, tahun diselenggarakannya Pemilihan Serentak di 270 daerah di Indonesia. Pada fase ini situasi politik sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi. Dinamika yang pada umumnya akan ...Selengkapnya...


  • Mengawal Demokrasi pada Pemilihan 2020
    Tanggal : 2020-01-08 16:00:00

    Memasuki Tahun 2020 sebanyak 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten mulai disibukkan dengan pehelatan Pemilihan Kepala Daerah. Sesuai Undang-undang (UU) 10 Tahun 2016 Pasal 201 ayat 6 disebutkan bahwa ...Selengkapnya...


  • Warteg, Potensi dan Partisipasi Politik
    Tanggal : 2019-12-23 15:44:46

    Perhelatan akbar nasional Pemilu Serentak 2019 telah usai dilaksanakan. Hasilnya sudah sama-sama diketahui dan sudah diputuskan. Bahkan pemenangnya, baik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan DPR RI, Pemilihan DPRD Jawa Tengah ...Selengkapnya...


  • Perempuan Berdaya: Memaknai Hari Ibu
    Tanggal : 2019-12-20 19:00:00

    Di Indonesia, setiap 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Momen ini pertama kali diperingati pada 1938, dilandasi oleh kesepakatan peserta Kongres Perempuan III di Bandung, 22-27 Juli 1938 yang didasarkan pada momen bersejarah ...Selengkapnya...


Statistik Pengunjung
Link KPU Daerah
KIP Aceh
http://kip.acehprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Utara
http://kpud-sumutprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatra Barat
http://sumbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Riau
http://riau.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Selatan
http://sumsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Lampung
http://lampung.kpu.go.id
KPU Provinsi Kep. Babel
http://kpu-babelprov.go.id/
KPU Provinsi Kepri
http://kepri.kpu.go.id/
KPU DKI Jakarta
http://kpujakarta.go.id
KPU Provinsi Jawa Barat
http://jabar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Tengah
http://jateng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Timur
http://kpujatim.go.id/
KPU Provinsi Banten
http://kpu-bantenprov.go.id/
KPU Provinsi Bali
http://bali.kpu.go.id/
KPU Provinsi NTB
http://kpud-ntbprov.go.id/
KPU Provinsi NTT
http://ntt.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kalbar
http://kalbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Kalteng
http://kpu-kaltengprov.go.id/
KPU Provinsi Kalsel
http://kalsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kaltim
http://kaltim.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
http://sultra.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tengah
http://sulteng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Selatan
http://sulsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Utara
http://www.kpu-sulutprov.go.id/
KPU Provinsi Gorontalo
http://gorontalo.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Barat
http://kpu-sulbarprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku
http://kpu-malukuprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku Utara
http://malut.kpu.go.id/
KPU DIY
http://diy.kpu.go.id/
KPU Provinsi Bengkulu
http://bengkulu.kpu.go.id
KPU Provinsi Jambi
http://kpud-jambiprov.go.id/
KPU Provinsi Papua Barat
http://kpu-papuabaratprov.go.id/
KPU Provinsi Papua
http://kpu-papuaprov.go.id/
KPU Provinsi Kalimantan Utara
http://kaltara.kpu.go.id/

Selengkapnya...