• Sukseskan Pemilihan Serentak 2020 di 9 Provinsi 224 Kabupaten 37 Kota

Membidik Suara Milenial, Mendulang Suara Potensial

Tanggal : 08 Oct 2019 17:33:28 • Penulis : admin • Dibaca : 19465 x

oleh:  Suci Handayani

Anggota KPU Kab Sukoharjo Jawa Tengah, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Walikota adalah penerapan kedaulatan rakyat ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang berlangsung demokratis. Pelaksanaannya pun berlangsung terjadwal sesuai tahapan yang telah disusun Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dibahas bersama pemerintah dan DPR.

Sebagaimana tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur, Bupati dan Wakil Bupati , dan atau Walikota dan Wakil Walikota 2020 pun telah disusun dan dibahas bersama untuk kemudian ditetapkan dalam sebuah Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 tahun 2019.

Tahapan pemilihan sendiri terbagi menjadi dua yaitu tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan. Tahapan persiapan sudah dimulai sejak bulan September 2019 dengan kegiatan perencanaan program dan anggaran yang didalamnya ada kegiatan  penyusunan dan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Kegiatan lain dalam tahapan persiapan meliputi penyusunan peraturan penyelenggaraan pemilihan; perencanaan penyelenggaraan yang meliputi penetapan tata cara dan jadwal tahapan pelaksanaan pemilihan;  pembentukan PPK, PPS, dan KPPS; pembentukan Panitia Pengawas Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Kecamatan, Panitia Pengawas Lapangan, dan Pengawas TPS;  pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan; penyerahan daftar penduduk potensial pemilih; dan  pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Adapun untuk tahapan penyelenggaraan meliputi pengumuman pendaftaran pasangan calon; pendaftaran pasangan calon; penelitian persyaratan calon; penetapan pasangan Calon; pelaksanaan kampanye;pelaksanaan pemungutan suara; penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara; penetapan calon terpilih; penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil pemilihan; dan pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih.

Di antara tahapan tersebut satu hal yang menarik perhatian adalah masa kampanye pemilihan, saat calon kepala daerah berupaya untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program-programnya.

Membidik pemilih potensial, memilih milenial

Laiknya pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakil presiden, maupun anggota legislatif, calon pada pemilihan kepala daerah biasanya juga menyusun strategi untuk menarik dukungan sebanyak-banyaknya dari pemilih potensial. Dukungan pemilih (yang besar) yang ditunjukkan pada hari pemungutan suara inilah kunci dari kemenangan calon kepala daerah. Tak heran jika identifikasi dan pemetaan terhadap  calon pemilih menjadi perhatian tersendiri.

Salah satu pemilih potensial  pada Pemilihan Serentak 2020 adalah pemilih pemula dan milenial.  Tidak bisa dipungkiri generasi muda jadi salah satu target potensial baik konteks pemilu maupun pemilihan. Apalagi jumlah mereka yang signifikan memberikan kontribusi besar bagi satu calon apabila ingin meraih kemenangan.

Oleh karenanya generasi milenial dan pemilih pemula (diperkirakan) juga menjadi sasaran utama dalam kegiatan kampanye calon yang akan berlangsung pada Juli 2020 mendatang. Saat Pemilu 2019, banyak yang menyebut  generasi milenial adalah pemilih pemula dan muda.  Sementara  jika merujuk pada Pew Research Center menyebutkan bahwa mereka yang terlahir antara 1981 sampai 1996 adalah generasi milenial, ada yang menyebutnya generasi Y. Artinya orang yang rentang usia antara 23 sampai 38 tahun pada 2019 ini. Orang yang berusia lebih muda dari kelompok milenial ini masuk kategori generasi Z. Untuk pemilih pemula di rentang usia 17-22 tahun. Sedikit berbeda, Lembaga survei Kelompok Diskusi Kajian Opini Publik (KedaiKOPI) mencatat kelompok milenial  diantara usia 22-36 tahun dan pemilih pemula 17-21 tahun. Sementara  Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menggabungkan pemilih pemula sebagai kelompok milenial berusia 17-29 tahun dan nonmilenial di atas 30 tahun.

KPU sendiri membuat kategorisasi pemilih berdasarkan rentang usia, yakni dari DPT Pemilu 2019 tercatat sebanyak Jumlah pemilih yang ditetapkan dalam DPThp 3 sebanyak 192.866.254 orang, dengan rentang usia 17-20 tahun = 17.501.278 pemilih, usia 21-30 tahun = 42.843.792 pemilih; usia 31-40 tahun = 43.407.156 pemilih; sisanya rentang usia 41-50 tahun , 51-60 dan diatas 60 tahun.

Mengapa pemilih pemula dan milenial sangat mengiurkan?

Pertama, pertimbangan besarnya  jumlah pemilih pemula dan  milenial. Jika merujuk pada penyebutan generasi milenial dari berbagai pendapat tersebut  dengan kategorisasi rentang usia pemilih berdasarkan data KPU, penulis lebih cenderung mengunakan kategorisasi rentang usia 17-20 tahun sebagai pemilih pemula dan pemilih milenial pada rentang usia 21-30 dan 31-40 tahun. Jumlahnya berkisar 44,7 persen dari total pemilih pada Pemilu 2019. Dilihat dari besarnya jumlah pemilih milenial tak mengherankan jika kategori pemilih ini menjadi sasaran empuk untuk digarap secara serius saat Pemilu kemarin. Pun demikian dalam Pemilihan Serentak 2020 nanti. Penyebaran milenial di tiap-tiap daerah saya rasa tidak terlalu jauh dari data nasional. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri pada Pemilu 2019 lalu, tercatat pemilih pemula dan milenial di angka 48,23 persen atau sebesar 322.921 orang dari total DPT 669.546 orang. Dengan rentang usia 17-20 tahun sebesar  53.340 orang, usia 21-30 ada 127.984 orang dan 141.597 orang tercatat berusia 31-40 tahun. Pada Pemilihan 2020 nanti jumlahnya saya perkirakan tidak akan bergeser jauh.

Kedua, pemilih pemula dan milenial kecenderungannya akan menentukan pilihan pada last minute jelang pemungutan suara. Kelompok ini cenderung menimbang-nimbang tokoh yang dianggap dapat mewakili kepentingannya. Belum banyak yang saklek pada figur tokoh  tertentu, sehingga tawaran program yang menarik bisa jadi akan mengubah pilihan mereka

Ketiga, ‘selera politik’ pemilih pemula dan milenial (terutama pemula) masih mudah dipengaruhi opini sekitarnya. Preferensi politik pemilih ini belum bisa ditebak dengan cukup akurat, sehingga bisa jadi pilihannya berdasarkan selera temannya atau cenderung  ikut-ikutan. Dalam hal ini, pengaruh media sosial  berperan dalam menentukan pilihan politik mereka. Kemudahan mengakses media sosial mau tidak mau memengaruhi opini dan kemantapan dalam memilih figur yang tepat menurut mereka.

Keempat, kesadaran politik belum terbangun cukup kuat sehingga bisa jadi ada yang merasa suara mereka tidak akan cukup berpengaruh menentukan nasib daerahnya kelak. Sehingga bisa jadi ada kecenderungan enggan untuk mengunakan hak pilihnya alias memilih golput.

Oleh karenanya menarik sekali jika calon kepala daerah yang berlaga dalam Pemilihan Serentak 2020 nanti mampu mengelola, memberikan pendidikan politik pada kelompok pemilih pemula dan milenial. Harapannya,  PR ini menjadi tantangan tersendiri yang layak dipertimbangkan. (*)


Post Terkait

Statistik Pengunjung
Link KPU Daerah
KIP Aceh
http://kip.acehprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Utara
http://kpud-sumutprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatra Barat
http://sumbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Riau
http://riau.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Selatan
http://sumsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Lampung
http://lampung.kpu.go.id
KPU Provinsi Kep. Babel
http://kpu-babelprov.go.id/
KPU Provinsi Kepri
http://kepri.kpu.go.id/
KPU DKI Jakarta
http://kpujakarta.go.id
KPU Provinsi Jawa Barat
http://jabar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Tengah
http://jateng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Timur
http://kpujatim.go.id/
KPU Provinsi Banten
http://kpu-bantenprov.go.id/
KPU Provinsi Bali
http://bali.kpu.go.id/
KPU Provinsi NTB
http://kpud-ntbprov.go.id/
KPU Provinsi NTT
http://ntt.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kalbar
http://kalbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Kalteng
http://kpu-kaltengprov.go.id/
KPU Provinsi Kalsel
http://kalsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kaltim
http://kaltim.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
http://sultra.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tengah
http://sulteng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Selatan
http://sulsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Utara
http://www.kpu-sulutprov.go.id/
KPU Provinsi Gorontalo
http://gorontalo.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Barat
http://kpu-sulbarprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku
http://kpu-malukuprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku Utara
http://malut.kpu.go.id/
KPU DIY
http://diy.kpu.go.id/
KPU Provinsi Bengkulu
http://bengkulu.kpu.go.id
KPU Provinsi Jambi
http://kpud-jambiprov.go.id/
KPU Provinsi Papua Barat
http://kpu-papuabaratprov.go.id/
KPU Provinsi Papua
http://kpu-papuaprov.go.id/
KPU Provinsi Kalimantan Utara
http://kaltara.kpu.go.id/

Selengkapnya...