• Sukseskan Pemilihan Serentak 2020 di 9 Provinsi 224 Kabupaten 37 Kota

E-Voting dan Kepuasan Pemilih Tuna Netra

Tanggal : 07 Feb 2020 08:00:00 • Penulis : admin • Dibaca : 12335 x

oleh: Henry Sofyan

Divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Temanggung

Beberapa hari lalu, kami (KPU Kabupaten Temanggung) memfasilitasi Pemilihan Ketua Organisasi Kesejahteraan Penerima Manfaat (OKPM) Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Penganthi Temanggung periode 2020-2021.

Fasilitasi tersebut terutama dalam pemungutan suara secara eletronik atau e-voting. Aplikasi untuk e-voting yang menggunakan perangkat komputer tablet itu disiapkan Mas Ashar, staf sekretaris KPU Kabupaten Temanggung yang memang jago IT. Sebelumnya dia juga telah membuat aplikasi Pemilu Pintar, yang di dalamnya ada e-rekap.

Karena anggaran terbatas dan perangkat e-voting itu tujuan semula untuk dipamerkan di Graha Pintar Pemilu (GPP), maka kami hanya membeli satu tablet dan satu printer kecil (seperti yang dipakai kasir-kasir toko swalayan) untuk operasionalnya. Tablet dan printer kecil itu bisa dikatakan merupakan satu paket perangkat untuk e-voting.

Selanjutnya, karena dalam e-voting di PPSDSN, jumlah pemilihnya hampir 70-an penerima manfaat, maka diperkirakan prosesnya butuh waktu dua hingga tiga jam. Namun, setelah diutak-atik Mas Ashar, ternyata aplikasi e-voting itu tidak hanya bisa dipasang di tablet namun juga di smartphone, dan satu printer dapat melayani lebih dari satu tablet/smartphone. 

Jadilah e-voting di PPSDSN tersebut menggunakan satu tablet, satu smartphone, satu printer kecil, dan ditambah dua headset audio. Alhasil, kira-kira hanya dalam satu jam, proses pemungutan suara sudah selesai. Selanjutnya, untuk persiapan sekaligus pelaksanaan penghitungan suara, butuh waktu sekitar 30 menit.

Sebetulnya sih, tanpa repot-repot menghitung suara, sistem aplikasi e-voting itu sudah otomatis merekap sendiri perolehan suara masing-masing kandidat usai proses pemungutan suara, sehingga siapa yang mendapat suara terbanyak segera diketahui.

Namun, mengingat para pemilih adalah penyandang disabilitas sensorik netra, yang akan merasa puas ketika mendengar hasil pilihan mereka dibacakan satu per satu, maka penghitungan suara secara manual pun dilakukan pula.

Penghitungan suara manual itu caranya adalah, secarik kertas berisi barcode yang keluar dari printer -setelah para pemilih memilih dengan mengetukkan jarinya di layar tablet-, dipindai (discan) satu persatu dengan smartphone. Sehingga terlihat di layar smartphone, nomor urut kandidat yang dipilih pemilih, dan nomor itu yang dibacakan petugas penghitungan suara.

Setelah hasil penghitungan suara selesai dibacakan dan diketahui kandidat yang memeroleh suara terbanyak sekaligus menjadi Ketua OKPM terpilih, bergemuruhlah tepuk suara para pemilih. Mereka nampak puas dengan proses pemilihan Ketua OKPM itu, dan sudah tidak kelihatan lagi persaingan dukung mendukung para kandidat.

Proses pemilihan Ketua OKPM kali ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala PPSDSN Purwadi mengungkapkan, biasanya pemilihan Ketua OKPM dilakukan dengan cara para penerima manfaat membisikkan nama kandidat yang dipilihnya kepada pengasuhnya, yang lalu mencatatkan nama tersebut di kertas. Setelah itu, dibacakan perolehan suara masing-masing kandidat, dan diketahuilah siapa yang menjadi ketua terpilih.

Kendati cara tersebut menjadikan pemungutan suara tidak rahasia, namun dinilai paling praktis. Sebab, jika dilakukan manual dengan menoblos surat suara, selain harus menyiapkan berbagai kelengkapan pemungutan suara, juga pemilih tetap saja terkendala tidak normalnya penglihatan mereka.           

Purwadi menilai e-voting sebuah terobosan, sehingga pelaksanaan pemungutan suara, khusus bagi penyandang tuna netra tersebut bisa berlangsung luber jurdil. Ia pun berharap model e-voting itu bisa diadopsi untuk pemungutan suara dalam Pemilu atau Pilkada, khususnya bagi penyandang tuna grahita.

Para penerima manfaat PPSDSN mengaku, dibandingkan dengan mencoblos surat suara saat Pemilu lalu, e-voting jauh lebih mudah. Salah satu penerima manfaat, Ramingun mengatakan, saat pemilu lalu dirinya kesulitan ketika harus membuka dan melipat surat suara setelah dicoblos.

Di samping itu, juga tidak bisa dengan mudah mencoblos gambar calon yang akan dipilihnya, meski untuk surat suara presiden dan DPD RI dibantu template. Bahkan, untuk surat suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, ia cenderung asal-asalan mencoblosnya, karena kesulitan untuk memperkirakan letak gambar partai, apalagi nama-nama calegnya.

Menurutnya, adanya suara yang menjelaskan mengenai tata cara memilih, nama-nama kandidat beserta visi misi masing-masing, dari perangkat headset pada e-voting tersebut sangat membantu dirinya menentukan pilihan sesuai keinginannya. Sekaligus membuatnya ia dan teman-temannya merasa puas mengikuti pesta demokrasi internal tersebut.

Bagi saya dan mungkin Mas Ashar serta teman-teman di KPU Temanggung lainnya, kebahagian dari keberhasilan merealisasikan ide membuat e-voting dan menerapkannya itu bukanlah, kemudian kami bisa pamer serta dikatakan inspiring, seperti koment-koment teman-teman di medsos. Namun, lebih dari itu ialah, dapat dirasakannya kemanfaatan inovasi tersebut.

Setidaknya, untuk kali ini para pemilih penyandang disabilitas sensorik netra di PPSDSN yang telah merasakan kemanfaatan e-voting itu sekaligus merasa puas. Karena lalu menjadi mudah ketika memberikan hak suaranya, bisa mengenal dan memilih calonnya secara akurat, serta terjaga kerahasiannya. Kini, meski penyandang tuna netra, namun dalam pemungutan suara mereka tidak lagi tuna pilihan akibat terkendala teknis memilih.

E-voting itu juga diproyeksikan untuk pemilihan Ketua OSIS pada sekolah-sekolah di kabupaten setempat. Selama ini sejumlah sekolah meminjam bilik dan kotak suara ke KPU untuk keperluan pemilihan Ketua OSIS. Saat ini bilik dan kotak suara KPU hanya sekali pakai dan dilakukan penghapusan usai pemilu, karenanya kami berupaya memfasilitasi sekolah-sekolah dengan e-voting itu. (HS/ed diR)


Post Terkait

Statistik Pengunjung
Link KPU Daerah
KIP Aceh
http://kip.acehprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Utara
http://kpud-sumutprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatra Barat
http://sumbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Riau
http://riau.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Selatan
http://sumsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Lampung
http://lampung.kpu.go.id
KPU Provinsi Kep. Babel
http://kpu-babelprov.go.id/
KPU Provinsi Kepri
http://kepri.kpu.go.id/
KPU DKI Jakarta
http://kpujakarta.go.id
KPU Provinsi Jawa Barat
http://jabar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Tengah
http://jateng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Timur
http://kpujatim.go.id/
KPU Provinsi Banten
http://kpu-bantenprov.go.id/
KPU Provinsi Bali
http://bali.kpu.go.id/
KPU Provinsi NTB
http://kpud-ntbprov.go.id/
KPU Provinsi NTT
http://ntt.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kalbar
http://kalbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Kalteng
http://kpu-kaltengprov.go.id/
KPU Provinsi Kalsel
http://kalsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kaltim
http://kaltim.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
http://sultra.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tengah
http://sulteng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Selatan
http://sulsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Utara
http://www.kpu-sulutprov.go.id/
KPU Provinsi Gorontalo
http://gorontalo.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Barat
http://kpu-sulbarprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku
http://kpu-malukuprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku Utara
http://malut.kpu.go.id/
KPU DIY
http://diy.kpu.go.id/
KPU Provinsi Bengkulu
http://bengkulu.kpu.go.id
KPU Provinsi Jambi
http://jambi.kpu.go.id/
KPU Provinsi Papua Barat
http://kpu-papuabaratprov.go.id/
KPU Provinsi Papua
http://kpu-papuaprov.go.id/
KPU Provinsi Kalimantan Utara
http://kaltara.kpu.go.id/

Selengkapnya...