• Sukseskan Pemilihan Serentak 2020 di 9 Provinsi 224 Kabupaten 37 Kota

Catatan Di Balik Meningkatnya Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2019

Tanggal : 25 Sep 2019 14:20:31 • Penulis : admin • Dibaca : 25922 x

oleh : Suci Handayani*

Anggota KPU Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dan SDM

Dalam setiap gelaran pemilu atau pemilihan, partisipasi masyarakat memegang kunci penting karena menentukan sukses tidaknya suatu penyelenggaraan. Meski bukan jadi faktor satu-satunya, namun apabila partisipasi masyarakat rendah maka pemilu maupun pemilihan niscaya tidak berarti.

Partisipasi masyarakat sendiri (khususnya pemilu) diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 tahun 20118 tentang Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilu, yang dijabarkan sebagai keterlibatan perorangan dan/atau kelompok dalam penyelenggaraan pemilu dalam tahapan penyelenggaraan pemilu. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat (yang) didalamnya terdapat kehadiran partisipasi masyarakat. Artinya partisipasi masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam pemilu.

Partisipasi menurut Rose Marie Nierras  dimaknai dengan kehadiran dan representasi (2002). Menurut Miriam Budiarjo, (dalam Cholisin 2007:150) menyatakan bahwa partisipasi politik secara umum dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pemimpin negara dan langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan publik (public policy). Kegiatan ini mencakup tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, mengahadiri rapat umum, menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan (contacting) dengan pejabat pemerintah atau anggota perlemen, dan sebagainya.  Dengan kata lain partisipasi masyarakat dalam pemilu dengan memberikan hak suaranya  merupakan komponen penting dalam demokrasi.

Mencermati pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 lalu, salah satu hal menariknya adalah partisipasi  masyarakat yang meningkat signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Hal ini (kemungkinan) bisa jadi penanda demokrasi di Indonesia semakin matang (karena partisipasi menjadi salah satu aspek penting dalam demokrasi). Atau ada ketertarikan dan antusiasme masyarakat terhadap Pemilu 2019 yang baru pertama kali dilaksanakan serentak dengan memilih presiden/wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Kehadiran atau jumlah pemilih merupakan salah satu indikator penting kepercayaan masyarakat atas proses demokrasi di sebuah negara dan bentuk partisipasi riil warga atas masa depan bangsanya. Tingginya jumlah suara pemilih juga menandakan masyarakat punya harapan besar terhadap demokrasi. Sebaliknya jumlah pemilih rendah banyak dikaitkan dengan sikap pemilih apatis  yang menandakan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada proses politik di negaranya.

Secara nasional, partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019  yaitu 81 persen lebih atau meningkat hampir 10 persen jika dibandingkan pada Pemilu 2014. Pada Pemilu 2014 partisipasi pilpres sebesar 70 persen sementara pileg 75 persen. Jumlah pemilih Pemilu 2019 (di dalam dan luar negeri) mencapai 199.987.870, sementara terdapat  158.012.506 pemilih yang menggunakan hak pilihnya atau mencapai kisaran 81 persen.

Khusus di Jawa Tengah, tingkat partisipasi pemilih di Pemilu 2019 sebesar 80 persen atau meningkat 5 persen dibandingkan pemilu sebelumnya. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri catatan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 menorehkan angka tertinggi sepanjang penyelenggaraan pemilu yakni mencapai 82 persen, baik untuk pileg (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten sebesar 82,02 persen dan pemilu DPD tercatat 82,07 persen) maupun pilpres 82,25 persen. Angka tersebut meningkat 5,43 persen  jika dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu, pileg (75,42 persen) dan pilpres (76,82 persen).

Catatan partisipasi pemilih  tertinggi  sendiri pernah ditorehkan di Kabupaten Sukoharjo pada Pemilu 2004 sebesar 80,83 persen untuk pileg dan 78,39 persen untuk pilpres putaran pertama. Namun diputaran kedua pilpres menurun 76,59 persen.

Faktor Meningkatnya Partisipasi Pemilih

Laiknya gelaran demokrasi, pemilu juga selalu dinaungi kekhawatiran akan tingginya angka golput. Juga di Pemilu 2019 yang dibayangi kekhawatiran apatisnya masyarakat akan penentuan pemimpinnya, apalagi pemilu edisi ke-12 tergolong lebih rumit jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

Upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pun jauh hari sudah dilakukan oleh pemerintah maupun KPU sebagai penyelenggara pemilu. Pemerintah membuat kebijakan memperpanjang masa perekaman data KTP elektronik (KTP-el) dan memberikan kemudahan bagi warga yang belum mempunyai KTP-el dengan menerbitkan surat keterangan (suket) sebagai syarat mencoblos. Di Sukoharjo ruang ini membuat masyarakat berbondong untuk mengurusnya, tercatat dari Desember 2018 sampai jelang 17 April 2019 ada 13.810 orang yang melakukan pengurusan KTP-el di dispendukcapil.

Kedua, KPU melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih dengan menjangkau beragam kelompok masyarakat. Melalui program Relawan Demokrasi (Relasi) KPU menyasar 10 basis pemilih mulai dari keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus,  kaum marginal,  komunitas, keagamaan,  warga internet. Dari jumlah DPT Kabupaten Sukoharjo di Pemilu 2019 sebesar 669.546 orang, 15.735 merupakan pemilih pemula sementara dari pemilih DPK sebesar 12.537 orang  hampir 90 persennya adalah pemilih pemula.

Sosialisasi KPU Sukoharjo juga dilakukan dengan berbagai metode seperti komunikasi tatap muka, pertemuan forum warga, media massa, bahan sosialisasi, alat peraga sosialisasi, mobilisasi sosial, pemanfaatan budaya popular, pemanfaatan budaya lokal/tradisional. Sosialisasi juga menyasar di keramaian masyarakat, pasar modern, pasar tradisional dan lainnya. Cara ini cukup menggugah kesadaran pemilih untuk datang ke TPS mengunakan hak politiknya. Menariknya banyak elemen masyarakat yang juga meminta bahan sosialisasi kepada KPU Sukoharjo untuk kembali meneruskan sosialisasi kepada masyarakat. Kerelaan ini menandakan  antusias warga dalam menyukseskan pemilu dengan memberikan sosialisasi secara berjenjang.

Khusus pemanfaatan media sosial, dilakukan sebagai strategi sosialisasi karena mudah, murah, efektif, cepat juga memegang peran penting.

Upaya mendongkrak partisipasi juga disumbang oleh peserta pemilu itu sendiri. Terutama calon presiden dan wakil presiden yang berkampanye sejak 23 September 2018 sampai 13 April 2019 . Pengerahan dan konsolidasi pendukung masing-masing calon diyakini juga jadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan partisipasi pemilih. Dan ini terlihat semakin masif diakhir masa kampanye.

Keempat, upaya mengangkat partisipasi juga turut disumbang dari meningkatnya jumlah caleg perempuan dalam Pemilu 2019. Jumlah caleg perempuan (DPR) pada Pemilu 2019 mencapai 3.194 atau memenuhi kuota 30% caleg perempuan seperti yang diatur dalam Undang-undang (UU) Pemilu. Angka itu meningkat hampir 50% dari Pemilu 2014 sebesar 2.467 orang.

Banyaknya caleg perempuan yang mengusung program terkait isu perempuan dan anak (ditujukan untuk meraih simpati pemilih perempuan dan pemula) bahkan menarik minat pemilih laki-laki datang ke TPS. Hal ini banyak disebabkan isu yang dibawa juga menyinggung masalah kesehatan, keluarga, pendidikan, usaha kecil menengah. Beberapa caleg perempuan dari DPR RI bahkan rajin blusukan ke Sukoharjo, berkampanye dengan kemasan menarik seperti mengelar pasar murah  untuk mendongkrak perolehan suara. (*)


Post Terkait

Statistik Pengunjung
Link KPU Daerah
KIP Aceh
http://kip.acehprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Utara
http://kpud-sumutprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatra Barat
http://sumbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Riau
http://riau.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Selatan
http://sumsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Lampung
http://lampung.kpu.go.id
KPU Provinsi Kep. Babel
http://kpu-babelprov.go.id/
KPU Provinsi Kepri
http://kepri.kpu.go.id/
KPU DKI Jakarta
http://kpujakarta.go.id
KPU Provinsi Jawa Barat
http://jabar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Tengah
http://jateng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Timur
http://kpujatim.go.id/
KPU Provinsi Banten
http://kpu-bantenprov.go.id/
KPU Provinsi Bali
http://bali.kpu.go.id/
KPU Provinsi NTB
http://kpud-ntbprov.go.id/
KPU Provinsi NTT
http://ntt.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kalbar
http://kalbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Kalteng
http://kpu-kaltengprov.go.id/
KPU Provinsi Kalsel
http://kalsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kaltim
http://kaltim.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
http://sultra.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tengah
http://sulteng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Selatan
http://sulsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Utara
http://www.kpu-sulutprov.go.id/
KPU Provinsi Gorontalo
http://gorontalo.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Barat
http://kpu-sulbarprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku
http://kpu-malukuprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku Utara
http://malut.kpu.go.id/
KPU DIY
http://diy.kpu.go.id/
KPU Provinsi Bengkulu
http://bengkulu.kpu.go.id
KPU Provinsi Jambi
http://kpud-jambiprov.go.id/
KPU Provinsi Papua Barat
http://kpu-papuabaratprov.go.id/
KPU Provinsi Papua
http://kpu-papuaprov.go.id/
KPU Provinsi Kalimantan Utara
http://kaltara.kpu.go.id/

Selengkapnya...