• Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas partisipasinya dalam Pemilihan Serentak 2020


Membangun Martabat di Pemilihan 2020

Tanggal : 01 Dec 2020 22:57:00 • Penulis : admin • Dibaca : 40328 x

oleh: Lita Rosita (Anggota KPU Lebak, Divisi Teknis Penyelenggaraan)

Menjadi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, juga walikota dan wakil walikota, tak hanya berdasar pada keinginan semata. Namun, usaha untuk menjemput suara pemilih harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pemilihan kepala daerah seringkali dijadikan ajang tebar pesona yang dilakukan oleh para pasangan calon guna memikat hati masyarakat dalam hal ini pemilih. Kantong-kantong suara yang sudah ada digenggaman pun dijaga hingga waktu pencoblosan tiba.

Acap kali, dalam setiap pemilihan banyak opini publik yang terbentuk perihal sosok pasangan calon. Tak hanya bermuatan positif yang dihadirkan, namun negatif pun dikemas menjadi pemberitaan atau isu tak sedap. Itulah resiko kandidat, perlu pemikiran dewasa dalam menyikapinya demi melancarkan maksud dan tujuan yang hendak dicapai yaitu menjabat kepala daerah. Meski garis tangan berkata lain, tidak bisa lagi dipungkiri bahwa keinginan dan harapan dari setiap kandidat pada pemilihan kepala daerah adalah menang!

Proses menuju kemenangan tak semudah yang dibayangkan. Ajang persaingan adu kekuatan untuk penyampaian program, visi dan misi tak akan leluasa seperti dulu, karena ruang gerak dibatasi dengan adanya pandemi Covid-19. Upaya mendongkrak perolehan suara, maka pasangan calon, partai politik atau gabungan partai politik pengusung, juga tim kampanye, harus merangkul secara menyeluruh hingga menyasar pada semua segmen/basis pemilih untuk mendapatkan dukungan suara, karena satu suara sangat berharga.

Adapun segmen/basis pemilih tersebut antara lain: basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, basis komunitas, keagamaan dan warga net (Netizen). Dan, KPU disemua tingkatan menyosialisasikan pemilihan kepala daerah serentak 2020 kepada masyarakat pemilih yang disebutkan di atas sesuai jadwal (1 November 2019 – 8 Desember 2020 / PKPU 5 Tahun 2020).

Debat publik atau debat terbuka pasangan calon juga sudah berlangsung, diselenggarakan di dalam studio lembaga penyiaran publik atau lembaga penyiaran swasta atau di tempat lainnya yang disiarkan secara langsung atau dapat disiarkan secara tunda apabila siaran langsung tidak dapat dilakukan. Tujuan dari debat publik itu sendiri secara khusus dapat menyampaikan pesan dari para pasangan calon yang telah dikemas semenarik mungkin oleh penyelenggara, juga media penayangan. Lagi-lagi acara tersebut merupakan ajang untuk mencari dukungan masyarakat (pemilih) dengan menjual program, visi dan misi bagi para pasangan calon.

Menuju Menit Terakhir

Pesta demokrasi dalam rangka mencari sosok pemimpin daerah pilihan rakyat sebentar lagi akan dilangsungkan dan teragendakan pada Rabu 9 Desember 2020 secara serentak di 270 daerah, 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. KPU sebagai penyelenggara pemilihan tetap harus menjaga netralitas, berintegritas, dan mengedepankan tugas sesuai dengan prinsip penyelenggara, yakni: mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, kepentingan umum, terbuka, profesional, akuntabel, efektif, efisien, dan aksesibilitas.

Proses pengelolaan logistik yang akan digunakan pada hari pencoblosan diharapkan terdistribusi di setiap TPS tetap waktu untuk memastikan kesiapan dari penyelenggara pemilihan terhadap publik, termasuk pengawasan dan pengamanan surat suara dan kelengkapan lainnya. Fisik dan mental dari penyelenggara termasuk ad hoc harus disiapkan, juga diperlukan kreativitas. Karena, pemilihan yang dilaksanakan pada saat pandemi Covid-19 menuntut penyelenggara berpikir cermat dan tepat guna mencegah atau mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Rangkaian tahapan, program juga jadwal telah dilaksanakan untuk pemilihan kepala daerah 2020 ini dengan menyesuaikan kondisi pandemik Covid-19 berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 13 Tahun 2020 dan peraturan lain terkait pelaksanaan pemilihan di tengah bencana nonalam Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

Kesigapan KPU di semua tingkatan dalam melaksanakan pemilihan kepala daerah 2020 berdasarkan aturan-aturan yang telah dibuat, akan dibuktikan pula pada hari pencoblosan tiba. Terkait teknis pelaksanaan tersebut, KPU telah membimtek badan ad hoc agar dapat bekerja sesuai aturan dan tidak menyimpang, terlebih bermain mata dengan para pihak yang menginginkan kemenangan di pemilihan.

Jika para pasangan calon mempunyai harapan dan keinginan menang di pemilihan sekarang, maka penyelenggara pemilu (KPU) disemua tingkatan pun berkeinginan dan berharap dalam proses penyelenggaraannya berjalan aman, tertib, sehat dan lancar. Pengalaman pada pemilu 2019 lalu bisa dijadikan catatan untuk menjadikan dasar pijakan dalam bekerja meski terdapat beberapa aturan yang berbeda. Perbedaan yang mencolok saat pemilihan 2020 ini berada pada situasi pandemik Covid-19. Idealnya, penyelenggara tidak melakukan kesalahan karena tuntutan pekerjaan mengharuskan penyelenggara tidak boleh salah.

Untuk itu, suksesnya perhelatan pemilihan di tengah pandemik Covid-19, tidak saja menjadi tanggung jawab KPU selaku penyelenggara yang mempunyai peranan secara teknis, namun semua pihak yang terlibat termasuk masyarakat. Salah satu bentuk kepedulian warga mayarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat ditunjukan dengan menggunakan hak pilih pada pemilihan serentak 2020 ini. Dengan demikian, menggunakan hak pilih adalah penegasan kedaulatan, karena hak pilih merupakan perwujudan dan identitas diri sebagai warga berdaulat.

Nasib daerah ditentukan saat kita melakukan pencoblosan. Maka, meski hanya 5 (lima) menit di bilik suara dapat menetukan 5 (lima) tahun ke depan tentang: kemunduran, stagnan, juga kemajuan daerah yang di pimpin oleh seorang gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati juga walikota dan wakil wali kota, yang dipilih rakyat.

Jadilah pemilih cerdas, gunakan hak pilih sesuai nurani. Jangan gunakan hak pilih semata-mata hanya karena uang, tak akan ada artinya jika melakukan hal seperti itu. Kewibawaan seorang pemilih jangan sampai dapat dihargai sebesar uang tersebut yang notabene pemberian dengan iming-iming. Besar harapan dan keinginan di pemilihan sekarang adalah terselenggara dengan baik, aman, sehat dan lancar.

Ayo, datang ke TPS untuk mencoblos, dengan menaati protokol kesehatan Covid-19. (*)


Post Terkait

  • Data Akurat untuk Indonesia Sehat
    Tanggal : 2021-02-09 20:00:00

    Meskipun pelaksanaan Pemilihan Serentak telah usai, namun kisah tentang lika-liku selama pelaksanaan tahapan masih menarik untuk diperbincangkan ...Selengkapnya...


  • Kilas Balik Pemilihan 2020
    Tanggal : 2021-01-29 21:02:05

    UUD 1945 Pasal 22E Ayat 5 menjelaskan, “Pemilihan Umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri.” Oleh karena itu, penyelenggara pemilihan umum haruslah suatu komisi yang bersifat: nasional, tetap, mandiri/independen. ...Selengkapnya...


  • Mekanisme PAW Anggota Dewan
    Tanggal : 2021-01-23 14:04:54

    Penggantian Antarwaktu (PAW), adalah mekanisme ketika ada salah seorang anggota DPRD, bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur berhalangan tetap dalam perjalanan kepemimpinannya. ...Selengkapnya...


  • Pemilihan Usai Korona Masih Mengancam
    Tanggal : 2021-01-11 18:13:20

    Menulis tentang pemilihan sepertinya tidak akan pernah ada habisnya, selain menarik dibahas dan diamati kebetulan penulis juga merupakan salah satu Anggota KPU ...Selengkapnya...


  • Catatan di Penghujung Tahun 2020
    Tanggal : 2020-12-28 22:05:07

    Tak terasa waktu begitu cepat berlalu hari demi hari, bulan ke bulan, hingga sampailah di penghujung tahun. Bagi setiap individu, lembaga, institusi, atau sebutan lain, sudah tentu mempunyai catatan yang terangkum selama setahun. ...Selengkapnya...


Statistik Pengunjung
Link KPU Daerah
KIP Aceh
http://kip.acehprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Utara
http://kpud-sumutprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatra Barat
http://sumbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Riau
http://riau.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Selatan
http://sumsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Lampung
http://lampung.kpu.go.id
KPU Provinsi Kep. Babel
http://kpu-babelprov.go.id/
KPU Provinsi Kepri
http://kepri.kpu.go.id/
KPU DKI Jakarta
http://kpujakarta.go.id
KPU Provinsi Jawa Barat
http://jabar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Tengah
http://jateng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Timur
http://kpujatim.go.id/
KPU Provinsi Banten
http://kpu-bantenprov.go.id/
KPU Provinsi Bali
http://bali.kpu.go.id/
KPU Provinsi NTB
http://kpud-ntbprov.go.id/
KPU Provinsi NTT
http://ntt.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kalbar
http://kalbar.kpu.go.id
KPU Provinsi Kalteng
http://kpu-kaltengprov.go.id/
KPU Provinsi Kalsel
http://kalsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Kaltim
http://kaltim.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
http://sultra.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tengah
http://sulteng.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Selatan
http://sulsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Utara
http://www.kpu-sulutprov.go.id/
KPU Provinsi Gorontalo
http://gorontalo.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Barat
http://kpu-sulbarprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku
http://kpu-malukuprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku Utara
http://malut.kpu.go.id/
KPU DIY
http://diy.kpu.go.id/
KPU Provinsi Bengkulu
http://bengkulu.kpu.go.id
KPU Provinsi Jambi
http://jambi.kpu.go.id/
KPU Provinsi Papua Barat
http://kpu-papuabaratprov.go.id/
KPU Provinsi Papua
http://kpu-papuaprov.go.id/
KPU Provinsi Kalimantan Utara
http://kaltara.kpu.go.id/

Selengkapnya...